CINTA ANAK CABANG

CINTA ANAK CABANG

CINTA ANAK CABANG

 

Kita tumbuh di tanah yang sama,
berdiri di bawah satu naungan yang sama.
Bukan darah yang menyatukan kita,
tapi kasih, satu tujuan, satu harapan.
 
Saling menguatkan saat langkah goyah,
saling mengingatkan saat jalan mulai keliru.
Tidak ada yang merasa lebih tinggi,
tak ada yang merasa lebih rendah — kita setara.
 
Bukan cinta yang hanya hadir saat senang,
tapi tetap ada saat lelah, saat berat.
Menerima apa adanya, tanpa syarat,
itulah cinta anak cabang — tulus dan sederhana.
 
Walau kelak kita berjalan ke arah berbeda,
namanya tetap terukir di hati masing-masing.
Karena ikatan ini bukan buatan tangan,
ia tumbuh dari hati, dan tidak pernah pudar.

 

Ditulis Oleh Gerald Remindau
Instagram :gerald_rmndau
Email : geraldremindau@gmail.com

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Kembali ke Sastra