Bergandengan Tangan untuk NTT: GMKI Salatiga Turun Jalan Galang Solidaritas Kemanusiaan

Bergandengan Tangan untuk NTT: GMKI Salatiga Turun Jalan Galang Solidaritas Kemanusiaan

Salatiga — Di tengah keprihatinan atas bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), sekelompok mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Salatiga memilih untuk tidak sekadar berdiam diri. Mereka turun langsung ke jalan, mengetuk hati masyarakat Salatiga, dan mengajak semua orang untuk berbagi demi saudara-saudara yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana di ujung timur Indonesia itu.

Aksi penggalangan dana ini bukan gerakan sendirian. GMKI Cabang Salatiga merapatkan barisan bersama sejumlah organisasi etnis dan Cipayung yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Peduli Bencana — sebuah kolaborasi lintas organisasi yang lahir dari keresahan yang sama: bahwa penderitaan di NTT bukan hanya urusan orang NTT, melainkan urusan kemanusiaan bersama.

"Bantuan Ini Sederhana, Tapi Ini Kasih"

Ketua GMKI Cabang Salatiga, Onisimus Sandu, menjelaskan bahwa aksi ini lahir dari panggilan nurani, bukan sekadar seremoni organisasi.

“Sebagai bagian dari masyarakat dan organisasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kami terpanggil untuk hadir dan mengambil bagian. Bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana, tetapi merupakan bentuk kasih dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujarnya.

Bagi Onisimus, kepedulian sejati tidak boleh berhenti di ucapan atau doa semata. Ia menegaskan bahwa nilai kemanusiaan baru benar-benar hidup ketika diwujudkan lewat tindakan nyata — sekecil apa pun bentuknya.

“Harapan kami, aksi ini dapat menjadi pengingat bahwa dalam situasi sulit sekalipun, kita tidak berjalan sendiri. Ada saudara-saudara yang peduli dan bersedia bergandengan tangan untuk membantu,” tambahnya.

Ketika Mahasiswa Menjadi Jembatan Solidaritas

Yang membuat aksi ini istimewa bukan hanya besaran dana yang terkumpul, melainkan pesan yang dibawanya: bahwa jarak geografis antara Salatiga dan NTT tidak menghalangi rasa persaudaraan. Setiap lembar rupiah yang disisihkan warga Salatiga adalah bukti bahwa empati bisa melampaui batas pulau dan wilayah.

Para kader dan anggota GMKI yang turun ke jalan menjadi jembatan itu — menyampaikan kabar duka dari NTT sekaligus membawa pulang harapan dalam bentuk uluran tangan masyarakat.

Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Publik

GMKI Cabang Salatiga menegaskan komitmennya untuk mengelola dana yang terkumpul secara bertanggung jawab. Seluruh donasi akan dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT melalui mekanisme yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan — sebuah jaminan penting agar kepercayaan para donatur tetap terjaga.

Organisasi ini juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat dan pihak-pihak yang telah turut berpartisipasi, menjadikan aksi ini bukan hanya program GMKI, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat Salatiga.

Menutup dengan Semangat Persatuan

Onisimus menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen GMKI Cabang Salatiga sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan yang berkelanjutan.

“Melalui aksi ini, kami GMKI Cabang Salatiga kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan serta menghadirkan kasih dan kepedulian melalui tindakan nyata. Ut Omnes Unum Sint — Supaya Mereka Semua Menjadi Satu,” tutupnya.

Bagikan artikel ini:

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Kembali ke Artikel